Tips and Trick : 5 Cara Agar Kucing Yang Kamu Rawat Nempel Sama Kamu
Punya kucing yang setiap dipanggil malah kabur ke bawah kasur? Atau sudah dirawat, dikasih makan, dibelikan mainan, tapi tetap saja lebih sayang sama kardus bekas paket? Tenang, itu bukan berarti si meong nggak suka sama kamu. Kucing memang punya gaya sendiri dalam membangun hubungan. Berbeda dengan anjing yang biasanya lebih terang-terangan menunjukkan kedekatan, kucing justru sering menunjukkan rasa percaya lewat hal-hal kecil. Kalau ingin kucing lebih sering mendekat, duduk di samping, atau bahkan tidur dekat kamu, ternyata caranya bukan sekadar rajin memberikan makanan.
1. Jangan selalu mengejar, biarkan dia yang mendekat. Ini terdengar aneh, tetapi justru menjadi salah satu trik yang paling masuk akal. Pedoman interaksi kucing dari AAFP/ISFM menyebutkan bahwa interaksi manusia-kucing cenderung berlangsung lebih lama ketika kucing memilih mendekati manusia dibandingkan ketika manusia yang mendatanginya. Jadi, daripada terus menggendong atau mengejar kucing, coba duduk santai di dekatnya, turunkan posisi tubuh, lalu ulurkan tangan secara perlahan.
2. Gunakan “slow blink”. Tatap kucing dengan lembut, lalu perlahan pejamkan mata beberapa detik sebelum membukanya kembali. Penelitian menunjukkan bahwa kucing lebih sering melakukan respons mata positif ketika pemilik melakukan slow blink, bahkan kucing lebih cenderung mendekati manusia setelah interaksi tersebut.
3. Jadikan aroma kamu sebagai bagian dari lingkungan amannya. Kucing sangat mengandalkan penciuman untuk membedakan manusia yang sudah dikenal dan orang asing. Penelitian menemukan bahwa kucing memberikan respons penciuman berbeda terhadap aroma manusia yang dikenal dan yang tidak dikenal. Kamu bisa membiarkan kucing terbiasa dengan aroma pakaian yang bersih dan tidak mengandung parfum menyengat.
4. Jangan asal mengelus. Kalau mau bikin kucing betah, fokuskan sentuhan pada area kepala dan leher. Pedoman perilaku kucing menunjukkan bahwa bagian kepala dan leher umumnya lebih disukai, sedangkan area perut atau dekat pangkal ekor lebih berpotensi menimbulkan respons negatif. Jadi, kalau baru kenal, jangan langsung mode “gemas maksimal” dengan mengacak-acak seluruh badannya.
5. Buat rutinitas kecil yang hanya kamu lakukan. Misalnya setiap sore kamu duduk di tempat yang sama, mengajak bermain selama beberapa menit, kemudian memberikan camilan. Tujuannya bukan menyuap kucing supaya sayang, tetapi membuat kehadiranmu mudah diprediksi dan terasa aman. Penelitian tentang hubungan pemilik dan kucing menunjukkan bahwa sebagian kucing dapat menggunakan keberadaan pemilik sebagai sumber rasa aman ketika menghadapi situasi yang menegangkan.
Fakta menariknya, kucing ternyata bisa “mengenali kamu” dengan cara yang lebih kompleks daripada sekadar melihat wajah. Aroma merupakan salah satu petunjuk penting bagi mereka, sementara komunikasi dengan manusia juga melibatkan kombinasi suara dan bahasa tubuh. Bahkan manusia secara alami cenderung mengubah cara berbicara ketika berbicara kepada kucing, biasanya dengan nada yang lebih tinggi dan perubahan intonasi yang lebih besar. Menariknya lagi, perilaku menggosokkan kepala atau tubuh ke kaki pemilik bukan cuma aksi manja. Perilaku tersebut berkaitan dengan komunikasi sosial dan pertukaran aroma. Dalam sebuah penelitian mengenai kehadiran dan aroma pemilik, sekitar 83% kucing diamati menggosokkan tubuh kepada pemilik setelah berpisah, menunjukkan bahwa perilaku tersebut bisa menjadi bagian dari proses “reuni” sosial. Jadi, ketika kucing datang lalu menggesekkan badan ke kaki kamu, jangan buru-buru menganggapnya cuma sedang minta makan. Bisa jadi dia memang sedang membangun kembali koneksi sosial dengan “manusia favoritnya”.
Pada akhirnya, membuat kucing nempel bukan soal siapa yang paling banyak memberikan makanan atau membeli mainan paling mahal. Kuncinya justru ada pada rasa aman, konsistensi, komunikasi, dan memberikan kucing pilihan. Semakin dia merasa bahwa kamu bukan sumber tekanan, tetapi tempat yang nyaman, semakin besar kemungkinan dia datang sendiri mencari keberadaanmu. Dan kalau suatu hari dia tiba-tiba tidur di paha kamu tanpa dipanggil, ya… selamat, kamu sudah resmi naik pangkat dari sekadar “tukang kasih makan” menjadi manusia kepercayaan si meong.